Posted by: siliaji | October 19, 2009

Tantowi Yahya (Anggota DPR baru ) Upayakan RUU Pembajakan Musik di Internet

Pembajakan lagu melalui internet kini kian marak, katanya ?
Sayangnya belum ada payung hukum untuk meminimalisir kerugian industri musik akibat aksi pembajakan ini.”Bayangkan, produknya sudah ada tapi payung hukumnya belum ada. Ini yang harus diupayakan sesegera mungkin,” ujar anggota fraksi Partai Golkar Tantowi Yahya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2009).Oleh karena itulah Tantowi berkomitmen untuk memperjuangkan rancangan undang-undang ini di DPR nantinya. Menurut Tantowi, undang-undang ini harus secepatnya dibuat agar tidak semakin merugikan para penyanyi dan pencipta lagu.”Sejak lama orang dengan bebas mendownload lagu dari internet dengan gratis, tanpa memberikan royalti seperak pun kepada penyanyinya, dan itu merugikan,” terang Tantowi.Bahkan dirinya menambahkan, pembajakan lagu melalui internet ditaksir merugikan industri musik sebesar Rp3 triliun per tahun.Untuk itu, Tantowi tengah giat mengumpulkan bahan-bahan yang akan digodok untuk dijadikan kajian ilmiah agar rancangan undang-undang (RUU) ini dapat lolos di DPR.”Tanpa kajian ilmiah yang komprehensif, maka bahan-bahan ini tidak akan jadi RUU,” imbuhnya.Dilahirkannya undang-undang ini, sambung dia, bersifat urgent. Tidak heran jika kemudian adik Helmi Yahya itu berkomitmen untuk berjuang sekeras mungkin meloloskan RUU ini.”Meskipun sekarang saya belum tahu dapat komisi apa, tapi saya sedang perjuangkan. UU ini akan meminimalisir kerugian industri musik,” pungkasnya.

Comment Saya :
Tantowi Yahya, mau nggak ya produksi ulang lagu-lagu yang udah nggak ada di pasaran ?

Silahkan Comment Saudara-Saudara !!!


Responses

  1. Sebenarnya yang musti dibenahi ya industri rekaman musik kita sendiri, ..liat aja di singapur, amerika atau di eropa sana, semua lagu lawas tertata rapih, dan terus diproduksi,,jadi dengan gampangnya kita cari dan beli, jadi main ke toko cd atau kaset mereka enjoy aja, yang salah prodosen kaset kita, udah jelas album koes plus, iwan fals, bimbo, ebiet atau penyanyi dan grup lain yang memang albumnya banyak, tpi mereka cuma bkin best, lagu terbaik, lagu terpopuler, lagu pilihan…yang grup atau penyanyi juga ga pernah bikin best best an kayak gitu…kenapa produsen kita senengnya begitu…padahal album album itu juga sesuatu yang masterpiece, downloader itu suatu komunitas, bukan sebuah industri…itu dahaga tiap orang mengenai musik,..karena untuk mencari itu kita diarahkan kesana…makanya koment si akang saya juga setuju…memang penggemar musik di indonesia cukup pada usia peterpan dewa ungu atau yang lainnya? lantas penggemar musik sperti kayak kita mau cari kemana, kalau ga dpat dari komunitas….kalau kita punya satu aja album langka, tentu dengan sesama komunitas akan senang kita untuk berbagi…apa bisa produsen cd atau kaset kita bikin album ABBHAMA, BIMBO TH 71, THE PHOENIX,.. akan lain ceritanya kalau koleksi2 kayak gitu tertata rapih di toko cd dan kaset…tentu kita juga akan berlama lama di tempat tsb dan menjadi wisata musik…jadi beresin dulu, tatar dulu, suruh ikut seminar2 betapa musik2 jadul jgan diabaikan, komunitas ini adalah bagian dari pecinta sejati musik indonesia bikin acara..dengan peserta komunitas sperti kita hehehe…biar mereka ngeh kalau harta karun musik indonesia itu berlimpah banget…..OK?

  2. para artis yg sekarang menjadi anggota dewan seakan lupa bahwa mereka dipilih oleh rakyat dan untuk rakyat, bukan dipilih rakyat untuk para artis..dg adanya RUU tersebut sdh jelas bahwa mereka hanya memperjuangkan para artis itu sendiri bukan memperjuangkan rakyat..apalagi sekarang banyak bencana alam bukanya mikir bagaimana cara membatu para korban bencana alam,malah mikir perutnya sendiri…

  3. Selama kita berbagi untuk kepentingan sebagai penikmat musik bukan untuk komersial apa salahnya ya????… Ketika kita mencari koleksi lawas tak jua ada di toko CD/Kaset, apa pernah mereka berfikir kearah sana…. sepertinya saya berniat mendidik anak saya untuk jadi artis… biar gampang juga dia masuk ke legislatif di negara ini…

  4. Ketika mendengar kabar ttg musisi2 jadul kita yg hidup-kehidupannya tdk memadai [baca: miskin], produsen kasetnya dulu sdh selayaknya memberikan empati dan simpati. Ini bisa dgn cara mendaur-ulang lagi karya2 musisi jadul kita. Apalagi pada jaman gini, cassette player sdh tergantikan dgn cd/mp3 player. Pada saat ada bbrp orang yg dgn sukarela menyediakan “jasa layanan” download lagu, jangan langsung divonnis yg tidak2, memangnya kita semua sdh bersih?. Kata anak kecil koq syirik sihh.

  5. Buah simalakama nech….!!

  6. gak usah ditanggapi & terus posting mp3 mas Aji.

    musisi skrg ini makmur dgn kepalsuan suara yg dibantu teknologi audio. jadi se-bagus2nya tak perlu dihargai tinggi2 krn mereka juga menjual kepalsuan pd masyarakat.

    adapun musisi lama, mereka ini terjebak aturan yg sangat tidak fair ttg UU hak cipta. skrg ini lagu2 mereka yg jadi barang antik pun, mereka tak mendapat apa2 dr produser karena hak milik sdh pindah tangan.

    cara kita membantu membalas ketidkadilan itu buat produser ini kecewa dgn copy mp3 sebanyak mungkin shg nilai antiknya sirna.

    ini justifikasi saya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: